SEJARAH SUMATERA
SELATAN
Propinsi Sumatera Selatan sejak berabad yang lalu dikenal juga dengan sebutan Bumi Sriwijaya, ; pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika. Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri china Pada awal abad ke-15 berdirilah ; Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang. Ketika masih berjaya, kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.
IKLIM
Musim yang terdapat di Sumatera Selatan sama seperti umumnya yang terjadi di Indonesia, hanya dikenal dua musim yaitu musim kemarau dan penghujan. Pada bulan Juni sampai dengan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada bulan Desember sampai dengan Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari asia dan Samudra Pasifik terjadi musim hujan.Keadaan seperti itu setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April – Mei dan Oktober – Nopember.
Nopember merupakan bulan dengan curah hujan yang paling banyak. Suhu propinsi Sumatera Selatan pada tahun 2003 menunjukan pariasi 24,6 sampai dengan 27 derajat Celsius.Sedangkan kelmbabannnya berpariasi antara 75 sampai dengan 87 R.H.
Provinsi Sumatera Selatan mempunyai iklim tropis dan basah dengan pariasi curah hujan antara 9/7 – 492/23 mm sepanjang tahun 2003. Setiap bulannya hujan cendrung turun.Diapantai Timur tanah nya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengarui oleh pasang surut.Vegitasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (Bakau).Sedikit makin kebarat merupakan dataran rendah yang luas.lebih masuk dalam wilayah semakin daerahnya bergunung-gunung.
Disana terdapat bukit barisan yang membelah sumatera selatan dan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 900 – 1.200 m dari permukaan laut.Bukit Barisan terdiri dari atas puncak Gunung Seminung (1.964 m dpl) dan Gunung Bungkuk (2.125m dpl)
Sebelah Barat Bukit Barisan merupakan lereng.Pada lembah daerah Bukit Barisan terdapat daerah-daerah perkebunan karet, kelapa sawit dan pertanian terutama kopi, the dan sayuran.
KEADAAN TANAH
Keadaan tanah di Sumatera Selatan terdiri dari 11 Jenis, yaitu :
-
Organosol :di sepanjang pantai dan dataran rendah.
-
Litosol
ipinggiran pegunungan terjal Danau Ranau dengan Patahan di sepanjang Bukit Barisan. -
Alluvial :di sepanjang Sungai Musi Sungai Lematang, sungai Ogan, Sungai Komering, dan punggung Bukit Barisan.
-
Hidromof
idataran rendah Musi Rawas dan Muara Enim. -
Glei Humus :lihat Organosol
-
Regosol :di sekeliling Pantai Timur, dipinggiran pegunungan terjal Danau Ranau dan Kerucut Vulkan.
-
Andosol : di semua kerucut Vulkan muda dan tua, umumnya jenis tanah ini ditemui di wilayah dengan ketinggian lebih 100 meter di atas permukaan laut.
-
Rendzzina :di sekitar kota Baturaja
-
Latosol : umumnya terdapat di wilayah tanah kering.
-
Lateritik : Dataran rendah di sekitar Martapura.
-
Pedzolik : menyebar di dataran rendah dan lipatan pegunungan Bukit Barisan
TOPOGRAFI
Podzolik : di dataran rendah dan dipegunungan Bukit Barisan
Hidrologi : Provinsi Sumatera Selatan mempunyai sungai-sungai besar. Yang dapat dilayari. Namun saat ini kerana proses pendakalan tidak dapat dilayari oleh kapal-kapal besar. Kebanyakan sungai sungai itu bermata air dari Bukit Barisan, kecuali sungai mesuji Sungai Lalan dan Sungai Banyuasin. Yang bermata air di Bukit Barisan dan bermuara ke Selat bangka adalah Sungai Musi sedangkan Sungai Ogan, Sungai Komering , Sungai Lematang, Sungai Kelingi, Sungai Lakitan, Sungai Rupit dan Sungai Rawas merpakan anak Sungai Musi.
Flora
![]()
Kekayaan flora dan Provinsi Sumatra Selatan tedapat bermacam-macam jenis kayu antara lain : Unglen, Merawan, Petanang, Tembesu, Nibung, Gelam, Meranti, Pinus,Kulim, Raflesia, Paku tiang, Terentang, sindur, Anggrek dan lain-lain.
Fauna
![]()
Fauna di Provinsi Sumatera Selatan anatara lain : Gajah, Badak, Harimau, Beruang, Siamang , Lutung, Gugu, Monyet, Rusa, Kijang, Ayam Hutan, Kambing Hutan, Babi, Buaya, Ikan Duyung dan lain-lain.
Sebagian besar dari wilayah pegunungan dan berbukit-bukit maupun dataran rendah tertutup oleh hutan yang tebal.Pada umumnya wilayah-wilayah ini berada pada ketinggian antara 900 m – 1.200 m di atas permukaan laut. Wilayah pegunungan memberikan sumber air melalui sungai ? sungai besar yang mengalir kea rah selatan bangka.
Wilayah dataran utara Sumatera Selatan yang terdiri dari dataran rendah serta daerah – daerh pegunungan sangat berpotensi untuk perkebunan, pertanian dan hortikultura. Di wilayah ini ada perkebunan karet, kopi, the, kelapa sawit, padi, sayur – sayuran dan berbagai jenis buah- buahan.STRATEGI POKOK
Strategi Pokok l Agenda Pembangunan
-
Pertumbuhan Ekonomi
-
Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Rata-rata 6,6% selama 2005-2009 melalui Peningkatan Ekspor dan Investasi
-
-
Mendorong Kegiatan Sektor Riil dan Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam Upaya Pengurangan Pengangguran dan Penciptaan Lapangan Kerja
-
Penurunan Kemiskinan dan Kesenjangan melalui Revitalisasi Sektor Pertanian dan Perdesaan dan Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)
-
Mendorong sinergisitas Percepatan Pembangunan Daerah
ALUR PIKIR PENYUSUNAN RENSTRADA TAHUN 2003 – 2008
Perspektif Pembangunan
-
Sumatera Selatan mempunyai ;luas wilayah 9,72 juta Ha dengan jumlah penduduk 7,1 juta jiwa (data BPS tahun 2002).
-
Pembangunan di Sumatera Selatan 5 tahun mendatang harus didasari dengan konsep perencanaan yang baik, teukur, dinamis dan strategis.
Untuk tahun 2003 ? 2008 perlu disusun rencana strategis (RENSTRA) sebagai tindak lanjut dari konsep perencanaan secara keseluruhan.
Perspektif Pemerintah
-
Pembangunan sesungguhnya bermakna pembaharuan dan pertumbuhan yang terkandung pada kenerja kepemerintahan yang baik
-
Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan perlu diselenggarakan dengan komitmen kuat untuk tidak keluar dari koridor peraturan perundang ? undangan.
Pembangunan harus berkelanjutan ;berpijak pada capaian masa lalu, berorentasi pada visi dan misi strategis kedepan.KERAJINAN KHAS PALEMBANG
Kerajinan Khas Palembang l Kesenian Daerah l Rumah Tradisional & Perkampungan
TENUN SONGKET
1.SEWET SONGKET
Sewet Songket adalah kain yang biasanya dipakai atau dikenakan sebagai pembalut bagian bawah pakaian wanita. Biasanya sewet ini berteman dengan kemban atau selendang.
Bahan sewet songket ini ditenun secara teliti dengan mengunakan bahan benang Ciri khas songket Palembang terletak pada kehalusan dan keanggunannya sangat menonjol serta motifnya tidak sama dengan motif kain songket daerah lain
Oleh karena itu sewet songket ini dibuat dengan bahan halus dan seni yang tinggi maka harganya cukup mahal. Biasanya dipakai pada waktu tertentu pada saat perayaan perkawinan.
Pakaian songke lengkap yang dikenakan oleh pengaten, biasanya dengan Aesan Gede (kebesaran) Aesan Pengganggon (Paksangko) Aesan. Selendang Mantri Aesan Gandek (Gandik) dan sebagainya.
Macam-macam Kain Songket
Songket benang mas Lepus dan warna-warni
Songket benang mas Lepus Biasa
Songket benang mas Lepus Jando Beraes (Hijau,merah dan Kuning)
Songket benang Jando Penganten (Hijau dan Merah)
Songket benang emas Bungo Inten
Songket benang emas Tretes Midar atau Bidar
Songket benang emas pulir Biru
Songket emas Kembang Siku Hijau
Songket benang emas Bungo Cino
Songket benang Pacik
Songket benang emas Cukitan
2.SEWET TAJUNG
Sewet tajung adalah kain yang khusus di pakai untuk laki-laki kalau wanita ada kain Tajung khususnya pula yang disebut dengan kain Tajung Blongsong sedangkan kain Tajung khusus untuk pria adalah yang disebut dengan Gebeng dan ada lagi yang disebut dengan Tajung Rumpak atau Tajung Bumpak.Sewet Sewet Tajung dalam pembuatannya memakai benang emas walau tak penuh.
Macam-macam Sewet Tajung adalah
Limar
Limar Patut
Petak-petak berwarna (Merah, Kuning, Biru, abu-abu dan lain sebagainya
Gerbik
Blongsong (khusus wanita)
3.SEWET PELANGI DAN JUMPUTAN
Kain pelangi ini sangat beraneka ragam dan sangat indah. Bahannya pun dari benang kain sutra serta cat khusus yang tidak luntur. Pembuatannya tetap secara tradisional.
Sewet pelangi permukaannya licin dan halus serta bias dikepal dengan tangan sedangkan kain atau sewet Jumputan itu bunga-bunganya tampak seperti di jemput-jemput dengan benang sewaktu perebusan sehingga selesainya menjadi indah dan bagus.
4.SEWET PERADAN
Sewet Peradan disebut juga Sewet Prada kain yang sudah jadi kemudian di Prada dengan cat emas yang khusus untuk mengecat kain. Biasanya kain yang di prada adalah kain yang bagus baik bahan maupun motifnya
5.SEWET BATIK PALEMBANG ;Selain kain-kain yang tersebut diatas ada juga kain batik. Batik Palembang mempunyai cirri ; khusus dengan motif yang halus dan warnanya yang magis. Sewet Batik Palembang yang terkenal adalah Sewet Batik Jepri dan Batik Lasem
SENI UKIR
Dalam pola atau bentuk ukiran kayu, dua elemen penting yang tidak dapat dipisahkan dari penjelmaan sesuatu pola khususnya dalam motif dan tehnik penyusunan selain berpungsi sebagai nilai artistik dan Ventilasi (Lobang Angin) juga mempunyai fungsi bermakna filsofi
Seperti kita temui di bangunan-bangunan lama rumah Palembang dan bangunan lainnya banyak ditemui ukiran-ukiran kayu yang indah dan menarik sengga menampakan keanggunan dan keagungan budaya negeri dan masyarakat pembuatnya KESENIAN DAERAH
Seni Tari dapat menunjukan ciri khas suatu daerah demikian juga Kota Palembangmemiliki berbagai tarian baik trandisional maupun modern yang merupakan hasil kreasi dari seniman local
TARI GENDING SRIWIJAYA
Tari ini ditampilkan secara khusus untuk menyambut tamu-tamu agung seperti kepala Negara, Duta Besar dan Tamu-tamu agung lainnya. Tari Gending Sriwijaya Hampir sama dengan tari Tanggai, perbedaannya terletak pada penggunaan tari jumlah penari dan perlengkapan busana yang dipakai. Penari Gending Sriwijaya seluruhnya berjumlah 13 orang terdiri dari :
Satu orang penari utama pembawa tepak (tepak, kapur, sirih).
Dua orang penari pembawa peridon (perlengkapan tepak)
Enam orang penari pendamping (tiga dikanan dan tiga kiri)
Satu orang pembawa payung kebesaran (dibawa oleh pria)
Satu orang penyanyi Gending Sriwijaya
Dua orang pembawa tombak (pria)
TARI TANGGAI
Tari tanggai dibawakan pada saat menyambut tamu-tamu resmi atau dalam acara pernikahan. Umumnya tari ini dibawakan oleh lima orang dengan memakai pakaian khas daerah seperti kaian songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai busana khas daerah para penari kelihatan anggun dengan busana khas daerah. Tarian menggambarkan masyarakat palembang yang ramah dan menghormati, menghargai serta menyayangi tamau yang berkunjung ke daerahnya
TARI TENUN SONGKET
Tari ini menggambarkan kegiatan remaja putri khususnya dan para ibu rumah tangga di Palembang pada umumya memanfaatkan waktu luang dengan menenun songket
TARI RODAT CEMPAKO
Tari ini merupakan tari rakyat bernafaskan islam. Gerak dasar tari ini diambil dari Negara asalnya Timur Tengah, seperti halnya dengan tari Dana Japin dan Tari Rodat Cempako sangat dinamis dan lincah
TARI MEJENG BESUKO
Tari ini melukiskan kesukariaan para remaja dalam suatu pertemuan mereka .Mereka bersenda gurau mengajuk hati lawan jenisnya. Bahkan tidak jarang diantara mereka ada yang jatuh hati dan menemukan jodohnya melalui pertemuan seperti ini
TARI MADIK (NINDAI)
Masyarakat Palembang mempunyai kebiasaan apabila akan memilih calon, orang tua pria terlebih dahulu dating kerumah seorang wanita dengan maksud melihat dan menilai (madik dan nindai) gadis yang dimaksud. Hal yang dinilai atau ditindai itu, antara lain kepribadiannya serta kehidupan keluarganya sehari-hari. Dengan penindaian itu diharapkan bahwa apabila si gadis dijadikan menantu dia tidak akan mengecewakan dan kehidupan mereka akan berjalan langgeng sesuai dengan harapan pihak keluarga mempelai pria
DUL MULUK
Dul muluk adalah salah satu kesenian tradisional yang ada di Sumatera Selatan biasanya seni Dul Muluk ini dipentaskan pada acara yang bersifat menghibur, seperti pada acara : pernikahan pergelaran tradisional dan panggung hiburan
BANGSAWAN
Merupakan bentuk teater tradisional yang lahir sesudah kehadiran teater Dul Muluk da n mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : ;
1. Sumber cerita bebas namun bersifat istana sentries
2. Sifat cerita tragedy (sedih)
3. Pemeran cerita diperankan oleh jenis kelamin sesungguhnya
4. Setting cerita disesuaikan dengan kebutuhan cerita
WAYANG PALEMBANG
Wayang Palembang merupakan warisan dari kesenian Jawa yang ceritanya sama dengan wayang yang ada di Pulau Jawa, namun bahasa yang digunakan adalah bahasa Palembang Wayang Palembang aktif dimainkan di RRI stasiun Palembang
SUMSEL LUMBUNG ENERGI
SEKTOR PERTAMBANGAN DAN ENERGI
Sumber daya alam khususnya potensi energi primer yang terdapat di wilayah Sumatera Selatan merupakan daya tarik kuat bagi masuknya penanaman modal untuk meningkatkan perekonomian daerah. Hal ini didukung oleh letak Provinsi Sumatera Selatan diantara Pulau Jawa dan Singapura/Malaysia yang secara ekonomi sangat strategis.
Potensi sumber daya energi Sumatera Selatan seperti minyak bumi, gas bumi, batubara dan panas bumi terdapatnya tersebar dan berlimpah merupakan modal dasar dalam mewujudkan Sumatera Selatan sebagai Lumbung Energi khususnya melalui Pembangunan Ketenagalistrikan dan penyediaan energi bahan bakar dan industri.
Pembangunan Ketenagalistrikan di Sumatera Selatan melalui Pembangunan Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Listrik Tenaga Uap (PLTU) di mulut tambang dengan bahan bakar batubara nilai kalori rendah yang potensinya berlimpah akan menjawab kelangkaan listrik di Jawa dan Sumatera yang saat ini dalam kondisi kritis selain untuk kebutuhan ekspor ke Malaysia dan pengembangan pemanfaatan BBG untuk industri, komersial dan rumah tangga serta transportasi yang relatif banyak.
Peluang investasi
Sumatera Selatan mempunyai potensi alam yang cukup banyak dengan cadangan yang masih belum dikelola dan menuggu kedatangan para investor untuk mengelolahnya, pada saat ini beberapa peluang investasi yang di prioritaskan untuk ditawarkan adalah :
-
Minyak Bumi
Potensi minyak bumi di Sumatera Selatan mempunyai cadangan 5.034.082 MSTB Produksi ekploitasi pertamina dan mitranya selama 1998-2002 baru rata-rata 3.718.720 barrel perhari. -
Gas Alam
Cadangan gas alam yang ditemukan di kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Musi Rawas dan Ogan Komering Ilir mencapai 7.238 BSCF. Produksi ekploitasi 4 tahun terakhir baru rata-rata 2.247.124 MMSCF. Gas alam ini dapat dijadikan bahan pembangkit tenaga listik, produk plastik dan pupuk. -
Batubara
Cadangan batubara di Sumatera Selatan 18,13 milyar ton. Lokasi batubara terdapat di kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin dan Musi Rawas. Mutu cadangan batubara pada umumnya berjenis lignit dengan kandungan kalori antara 4800-5400 Kcal/kg.
Cadangan batubara tersebut baru dikelola PT Bukit Asam dam dan PT Bukit Kendi pada lokasi Kabupaten Muara Enim. ;Sedangkan cadangan sebanyak 13,07 Milyar Ton belum dikelola sama sekali. -
Pembangkit Lenaga Listrik
Daya tampung saat ini 411,975 KW. Saat ini PLN masih defisit ;lebih kurang ;90 Mega Watts. Kebutuhan setiap tahun meningkat. Diprediksi tahu 2012 defisit PLN di Sumatera Selatan akan mencapai 291,91 Mega Watts.WISATA ALAM l WISATA SEJARAH
SUNGAI MUSI
Sungai Musi ini panjangnya ? 460 Km membelah Provinsi Sumatera Selatan dari Timur ke Barat yang bercabang-cabang dengan delapan anak sungai besar yaitu : Sungai Komering, Ogan, Lematang, Kelingi, Lakitan, Semangus Rawas dan Batang hari Leko. Karena itu di Sumatera Selatan dikenal dengan julukan Batang Hari Sembilan.
Mengapa dinamai Sungai Musi dan Kapan nama tersebut mulai dipakai, tidak ada yang tahu pasti. Nama Musi ini terdapat di India, terjadinya hubungan Kerajaan Sriwijaya dengan kerajaan India atau nama tersebut diambil dari salah satu bahasa daerah Kayuagung ? Musi berarti Ikut? apakah Musi berarti aliran, masih perlu dikaji kembali.
Pada saat menelusuri Sungai Musi ini dapat dilihat pemukiman penduduk seperti Rumah Rakit, PT. Pusri, Pertamina, Daerah Bagus Kuning, Mesjid Lawang Kidul, Mesjid Ki Merogan, Benteng Kuto Besak dan kegiatan masyarakat disepanjang sungai tersebut.
Di perairan Sungai Musi ini pada setiap hari jadi Kota Palembang dan Hari Ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia diadakan lomba Perahu Bidar dan Perahu Motor Hias. Masyarakat yang menyaksikan periwisata ini tidak hanya masyarakat Palembang tetapi juga masyarakat dari dari luar Kota palembang bahkan wisatawan mancanegara.
Untuk menikmati keindahan Sungai Musi dapat menggunakan Getek, speed Boat atau untuk rombongan dengan jumlah besar dapat menggunakan Kapal Wisata ? Si Gentar Alam? dengan kapasitas ? 200 orang.
Pulau Kemaro
Ditengah sungai Musi terdapat sebuah pulau bernama Pulau kemaro Nama tersebut berarti pulau yang tidak pernah tergenang air, walaupun air pasang besar, pulau tersebut tidak akan kebajiran dan akan terlihat dari kejauhan terapung-apung diatas perairan .Sungai Musi.Pulau ini mempunyai Legenda tentang kisah cinta ?Siti Fatimah? putri Raja Palembang yang dilamar oleh anak Raja China yang bernama Tan Bun Ann? Syarat yang diajukan Siti Fatimah pada Tan Bun Ann adalah menyediakan 9 Guci berisi emas, keluarga tan Bun Ann menerima syarat yang diajukan. Untuk menghindar bajak laut saat diperjalanan membawa emas dari negeri China maka emas yang didalam Guci tersebut ditutupi dengan asinan dan sayur, ketika kapal tersebut tiba di palembang Tan Bun Ann memeriksa guci tersebut telah ditutupi asinan dan sayur dengan rasa, marah dan kecewa maka seluruh guci tersebut dibuangnya ke sungai Musi tetapi pada guci yang terakhir terhempas pada dinding kapal dan pecah berantakan sehingga terlihatlah kepingan emas yang ada didalamnya. Rasa penyesalannya membuat anak raja China tersebut mengambil keputusan untuk menerjunkan diri ke Sungai dan tenggelam Melihat hal tersebut Siti Fatimah ikut menerjunkan diri ke sungai sambil berkata ? Jika ada tanah tumbuh di tepi sungai ini maka disitulah kuburan saya?Dipulau ini terdapat sebuah kelenteng Budha yang selalu dikunjungi penganutnya, terutama pada perayaan Cap Go Meh yang tidak hanya masyarakat keturunan Tiong Hoa dikota Palembang tetapi dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara seperti Singapura, Hongkong, RRC dan lain-lain kita dapat ke pulau ini dengan menggunakan transportasi air seperti Gete, Speed Boat, dari dermaga wisata Benteng Kuto Besak (BKB) atau dari pabrik Intirub.
Taman Hutan Wisata Punti Kayu
Hutan Wisata Punti Kayu ini dapat dijangkau dengan kendaraan umum trayek km 12 yang letaknya sekitar 7 km dari pusat kota dengan luas + 50 ha Sejak tahun 1998 telah ditetapkan sebagai hutan lindung. Sejak tahun 1986 hasil kesepakatan antara Provisnsi Sumatera Selatan danDepartemen Kehutanan, Hutan Wisata Punti Kayu menjadi Hutan Wisata dengan menambah beberapa sarana wisata. Taman Hutan Wisata Punti Kayu dibagi atas 4 wilayah yaitu :
A. Wilayah taman rekreasi yang mempunyai fasilitas :
1. Kolam Renang
2. Tempat Teduh
3. Pos Keamanan dan Pos Informasi ;
4. Kebun Binatang
5. Sarana Olah Raga
6. Ruang serba guna
SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA
Sumatera Selatan sebagai salah satu Provinsi Lumbung Pangan, tidak terlepas dari tersedianya potensi sumber daya lahan yang cukup variatif, mulai dari lahan sawah irigasi, tadah hujan, rawa pasang surut, lebak dan lahan kering. Selain juga memiliki komoditas unggulan lain seperti jagung, kacang tanah, ubu kayu, ubi jalar, komoditas sayuran dan buah – buahan.
Dari total produksi padi Sumatera Selatan tahun 2005 sebesar 2.320.110 ton gabah kering giling (GKG)1.466.310 ton, kontribusi terbesar diperoleh dari lahan sawah yaitu 2.148.182 ton GKG (92,6%). Dengan jumlah penduduk 6.755.900 jiwa dan konsumsi beras per kapita/tahun sebesar 124 kg, serta kebutuhan lainnya, maka pada tahun 2005 Sumatera Selatan surplus beras sebanyak 484.088 ton.
Dengan optimalisasi pemanfaatan potensi sumber daya lahan yang tersedia secara keseluruhan melalui upaya peningkatan pelayanan jaringan irigasi dan rawa, penggunaan agroinput, peningkatan kemampuan petani mengakses modal perbankan dan pengembangan penggunaan alat mesin pertanian, maka kedepan Sumatera Selatan mampu meningkatkan produksi padi hingga 5 juta ton GKG atau setara beras 3 juta ton. Hal ini sangat tergantung kepada modal petani, investasi serta perbaikan infrastruktur jaringan irigasi dan drainase. Kesemuanya itu memerlukan dukungan dana yang cukup besar mencapai Rp. 3,3 Trilyun. Pertambahan produksi ini akan membuka kesempatan berusaha baru dan menambah pendapatan petani. Kegiatan ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan, memperluas lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan
Diharapkan melalui program akselarasi pembangunan pertanian dengan Program Sumatera Selatan Lumbung Pangan akan dapat mengatasi masalah kemiskinan, pengangguran dan peningkatan pendapatan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.
Potensi Pengembangan Lahan Sawah
Luas lahan sawah yang perlu dikembangkan dan dipertahankan di Sumatera Selatan untuk mendukung Program Sumatera Selatan Lumbung Pangan seluas 752.150 Ha. Lahan seluas 238.974 Ha merupakan lahan yang sementara ini tidak diusahakan dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi sawah baru. Sedangkan pada lahan yang baru satu kali tanam (IP 100) seluas 399.521 Ha, yang dapat dikembangkan menjadi dua kali tanam (IP 200) seluas 155.322 ha dengan dukungan kegiatan :
-
Rehabilitasi Sarana Irigasi/Drainase;
-
Irigasi/Drainase;
-
Tata Air Mikro (TAM);
-
Pengembangan Alsintan (Handtraktor, pompa air);
-
Penggunaan Benih Unggul;
-
Pemupukan;
-
Penyuluhan dan Pendampingan.
Ketersedian Lahan Kering di Sumatera Selatan
|
Kabupaten/Kota |
Lahan Kering (Ha) |
Lahan Hortikultura (Ha) |
Agihan Lahan Hortikultura (%) |
||||
|
Lahan Usaha |
STD (Potensi) |
Jumlah |
Buah-buahan |
Sayuran |
Jumlah |
||
|
Ogan Komering Ulu |
66.740 |
8.027 |
74.767 |
6.645 |
870 |
7.515 |
11,260 |
| Ogan Komering Ilir |
93.912 |
171.565 |
265.477 |
10.062 |
1.400 |
11.462 |
12,205 |
| Muara Enim |
99.766 |
62.745 |
162.511 |
9.756 |
3.397 |
13.153 |
13,184 |
| Lahat |
76.803 |
21.433 |
98.236 |
6.755 |
3.276 |
10.031 |
13,061 |
| Musi Rawas |
120.237 |
144.979 |
265.216 |
7.759 |
1.067 |
8.826 |
7,341 |
| Musi Banyuasin |
119.378 |
8.145 |
127.523 |
6.594 |
3.598 |
10.192 |
8,538 |
| Banyuasin |
148.837 |
40.538 |
189.375 |
4.731 |
3.682 |
8.413 |
5,652 |
| Ogan Ilir |
23.480 |
5.677 |
29.157 |
6.413 |
2.896 |
9.309 |
29,647 |
| Palembang |
15.046 |
4.631 |
19.677 |
1.228 |
5.251 |
6.479 |
43,061 |
| OKU Selatan |
63.686 |
47.182 |
110.868 |
3.463 |
3.190 |
6.653 |
10,447 |
| OKU Timur |
56.621 |
25.148 |
81.769 |
12.871 |
1.500 |
14.371 |
25,381 |
| Lubuk Linggau |
6.514 |
909 |
7.423 |
715 |
212 |
927 |
14.231 |
| Pagaralam |
2.735 |
5.719 |
8.454 |
340 |
1.580 |
1.920 |
70.201 |
| Prabumulih |
3.386 |
570 |
3.956 |
1.844 |
564 |
2.408 |
71,116 |
| Jumlah |
397.141 |
547.268 |
1.444.409 |
79.176 |
32.483 |
111.659 |
12,446 |
Capaian Produksi 2005 dan Sasaran Produksi 2009
DIarsipkan di bawah: TUGAS KKPI
